Maandag 22 April 2013

Lingkungan Abiotik, Biotik dan Kultural


TUGAS MATA KULIAH SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
Pertemuan Pertama
Untuk memenuhi tugas mata kuliah sumber daya alam dan lingkungan
Dosen Pengampu: Dra. Bitta Pigawati, MT


JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012



A.    Lingkungan Abiotik, Biotik dan Kultural serta interdependensi ketiganya dalam keberlanjutan ekosistem.
Lingkungan hidup menurut undang-undang no 23/1997 pasal 1 adalah kesatuan ruang dalam benda, daya keadaan dan makhluk hidup. Berdasarkan definisi lingkungan hidup dapat dikelompokkan ke dalam 3 bagian:
1.    Lingkungan Biotik, terdiri dari mikro organisme sampai dengan tumbuhan, hewan dan manusia. Terdiri dari:
a.    Produsen, makhluk hidup yang dapat mensintesis zat makanan sendiri dengan bantuan energi matahari.
b.    Konsumen, kelompok organisme yang tidak mampu mensintetis makanan sendiri.
c.    Pengurai, organisme yang berperan dalam menguraikan sisa-sisa makhluk hidup.
2.    Lingkungan Abiotik, terdiri dari makhluk hidup yang bukan organisme hidup. Fungsi lingkungan abiotik yaitu sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Contoh: udara, air, matahari, dan tanah.
3.    Unsur sosial budaya (kultur).
Unsur budaya adalah keseluruhan sistem nilai gagasan, tindakan dan kewajiban yang dimiliki manusia untuk menentukan perilaku sebagai makhluk sosial. Unsur sosial budaya dapat dikembangkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Manusia sebagai unsur biotik dan lingkungan sebagai gabungan antara unsur abiotik, biotik dan kultural merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Keduanya berinteraksi dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Di dalamnya banyak interaksi dan proses yang berlangsung, mulai dari perputaran rantai makanan hingga proses-proses alam seperti siklus hujan, dan siklus musim. Lingkungan sangat penting untuk keberlangsungan hidup segala makhluk hidup di bumi. Lingkungan memberikan segalanya untuk digunakan, khususnya untuk manusia seperti penghasil bahan makanan, sumber daya tambang dan mineral, penghasil bahan baku/mentah, kegiatan sosial, ekonomi, politik, budaya dan pertahanan keamanan, tempat tinggal, sumber tenaga, media ekosistem dan masih banyak lagi.
Namun kadang-kadang manusia menyalahgunakan manfaat yang diberikan oleh lingkungan, seperti merusak hutan dengan penggundulan hutan dan dialihfungsikan menjadi pemukiman, menjadikannya sebagai perkebunan sawit dan lain sebagainya; pencemaran lingkungan dengan membuang sampah di sungai, pembuangan limbah yang tidak disaring terlebih dahulu, penggunaan kendaraan motor yang berlebih, AC dan kulkas, dan masih banyak lagi. Selain perbuatan manusia, perbuatan alam pun dapat mnimbulkan kerusakan yang dapat memperbarui alam menjadi lebih baik. Seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, angin topan, banjir, tanah longsor, tsunami dan lain sebagainya.
Namun beberapa manusia sudah mulai perduli dengan lingkungan dan mereka mulai mengupayakan pelestarian lingkungan untuk memperbaiki kerusakan yang dibuat oleh manusia sendiri, yaitu dengan upaya pelestarian tanah, sumber daya air, sumber daya udara, keanekaragaman hayati, dan yang paling penting adalah pembangunan yang berkelanjutan. Hakikat pembangunan berkelanjutan adalah seperangkat usaha yang berencana dan terarah untuk menghasilkan sesuatu yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup perlu memanfaatkan sumber daya alam, manusia, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan cirri-ciri pembangunan berkelanjutan yaitu:
v  Menjamin pemerataan dan keadilan
v  Menghargai dan melestarikan lingkungan
v  Menggunakan pendekatan integratif
v  Menggunakan pandangan jangka panjang
v  Meningkatkan kesejahteraan
v  Memenuhi kebutuhan masa sekarang
Lalu tindakan yang cermat untuk meraih keberhasilan pembangunan berkelanjutan yaitu:
1.    Melakukan gerakan pelestarian dan pemanfaatan flora dan fauna secara optimal.
2.    Memadukan pemanfaatan SDA dengan SDM.
3.    Berusaha mengurangi resiko pencemaran dan kerusakan lingkungan.
4.    Meningkatkan peran serta masyarakat dalam melestarikan lingkungan dan pengawasan pembangunan.
5.    Mengembangkan sarana informasi dan komunikasi.
B.    Perubahan Iklim
Iklim adalah perwujudan sebuah sistem yang sangat rumit yang terdiri dari lima komponen yang saling berinteraksi: atmosfer (udara), hidrosfer (air), kriosfer (bagian bumi yang membeku), permukaan tanah, dan biosfer (bagian bumi tempat adanya kehidupan). Perubahan iklim mengacu pada perubahan apapun pada iklim dalam satu kurun waktu, baik karena variabilitas alami atau sebagai hasil dari aktivitas manusia (sebab-sebab antropogenik). Perubahan iklim dapat diakibatkan oleh interaksi atmosfer dan lautan. UNFCCC (Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim) lebih member tekanan pada aktivitas-aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim bukanlah hal yang baru. Secara historis, manusia telah mampu mengatasi dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan iklim. Sebelum ini, iklimlah yang mengubah manusia. Sekarang, kita sedang mengubah iklim, dan kita mengubahnya terlalu cepat. Perubahan iklim yang kita alami sekarang diakibatkan oleh ketergantungan umat manusia yang sangat besar akan bahan bakar, khususnya bahan bakar berbasis karbon, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Bahan bakar ini menghasilkan emisi gas rumah kaca. Gas-gas rumah kaca (GRK) adalah senyawa kimia seperti uap air, karbon dioksida, metana, nitrat oksida yang terdapat di atmosfer. Karbon dioksida adalah GRK utama dan emisinya terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Saat manusia mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dan gas-gasa rumah kaca lainnya ke dalam atmosfer, efek rumah kaca menjadi kuat dan pemanasan global terjadi. Pemanasan global adalah pertambahan rata-rata suhu permukaan bumi dan lautan yang tercatat dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.
Banyak orang yang mulai sadar akan lingkungan dan mulai mencari solusi untuk pengurangan efek rumah kaca dengan lebih menggunakan teknologi ramah lingkungan. Teknologi tersebut seperti pembangkit tenaga cahaya matahari, pembangkit tenaga angin, pembangkit tenaga arus dalam laut, dan masih banyak lagi. Untuk mengurangi pengeluaran emisi bahan bakar kendaraan, manusia mulai lebih menganjurkan penggunaan transportasi umum maupun pribadi (mobil listrik) yang ramah lingkungan atau penggunaan sepeda untuk berpergian seperti di Belanda dan Busan (Korea Utara). Di berbagai kota mencanangkan memperluas RTH(ruang terbuka hijau) di perkotaan, mengurangi penggunaan listrik, mengolah kembali sampah (recycle) dan barang bekas yang dapat diperbarui, menghemat penggunaan air tanah dan masih banyak lagi.
Sudah banyak bukti dari dampak global warming, seperti berkurangnya gletzer di beberapa puncak gunung di seluruh dunia, berkurangnya es di kutub utara dan selatan, berlubangnya lapisan ozon di kutub selatan, bertambahnya suhu di perkotaan, matinya ribuan burung, ikan dengan misterius, cuaca yang berubah-ubah dan tidak bisa diprediksi dan naiknya permukaan laut secara signifikan.

Sumber:

TUGAS MATA
TUGAS MATAKULIAH STATISTIK
Pertemuan Pertama
Untuk memenuhi tugas mata kuliah statistik

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012



A.    Pengertian Statistik
Statistik adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sekumpulan fakta, umumnya berbentuk angka-angka yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu kumpulan data yang mempunyai arti. Statistik juga diartikan sebagai seperangkat metode yang membahas cara mengumpulkan data dan memberikan informasi yang optimal; meringkas, mengolah dan menyajikan data; melakukan analisis terhadap sekumpulan data hingga timbul strategi-strategi tertentu; mengambil kesimpulan dan menyarankan keputusan; hingga memperkirakan besarnya resiko.
Kata statistika berasal dari kata “status” atau “statistika” yang berarti negara. Pada awalnya, status atau statista mencatat data dari berbagai negara. Pada abad ke-17 dan ke-18 ada tiga istilah yang bersaing:
·         Politica arithmetic, di Inggris pada abad ke-17
·         Publisistika
·         Statistika, oleh Archenwall dari Jerman pada pertengahan abad ke-18, dan dituruti oleh Sir John Sinclair di Inggris.
Yang bertahan adalah kata “statistika”. Dan sekarang statistika dibedakan menjadi 2, yaitu statistika teoretik yang kenal juga sebagai statistika matematik dan statistika terapan.
B.    Metode statistika
Metode statistika terdiri dari 2:
1.    Pengumpulan data, pengumpulan data merupakan fungsi pertama dari statistika. Kegiatan pembelajaran pengumpulan data dapat dilakukan dengan pendekatan kombinasi dari metode pemberian tugas dan belajar kelompok. Contohnya bila kita ingin mencatat banyaknya anggota keluarga siswa dari kelas VI di suatu SD, hal pertama yang kita lakukan adalah pengumpulan data. Dengan memberikan questioner kepada beberapa subjek penelitian. Lalu hasil questioner didata menjadi satu tabel. Pembuatan data yang berbentuk tabel tersebut merupakan tabel satu arah keterangan tentang banyaknya anggota keluarga siswa.
2.    Penyajian data, penyajian dalam bentuk diagram meliputi:
a.    Diagram batang, adalah diagram berdasarkan bentuk kategori. Diagram ini digunakan untuk membandingkan data maupun menunjukkan hubungan suatu data dengan data keseluruhan. Diagram ini penyajian datanya dalam bentuk batang, sebuah batang melukiskan jumlah tertentu dari data. Contoh diagram batang:
b.    Diagram lingkaran, penyajian data didasarkan pada sebuah lingkarang yang dibagi-bagi dalam beberapa bagian sesuai dengan macam data dan perbandingan frekuensi masing-masing data yang disajikan. Contoh diagram lingkaran:
c.    Diagram gambar (lambang), diagram ini sering dipakai untuk memperoleh gambaran kasar tertentu dari data. Lambang yang digunakan harus sesuai dengan objek yang diteliti. Misalnya data yang digunakan mengenai sejumlah siswa, maka lambing yang digunakan adalah gambar orang. Kesulitan yang sering dihadapi ialah ketika menggambarkan bagian gambar yang tidak sesuai dengan wakil gambar untuk jumlah tertentu. Contoh diagram gambar:
d.    Diagram garis, adalah suatu diagram yang digambarkan berdasarkan satu waktu, biasanya waktu yang digunakan dalam bulan atau tahun. Kegunaan diagram garis adalah untuk dapat melihat gambaran tentang perubahan peristiwa dalam suatu periode (jangka waktu) tertentu dibuat diagram garis. Contoh diagram garis:
3.    Penafsiran data
C.   Pengelompokan statistik
Ada 2 jenis pengelompokan dalam statistik, yaitu:
1.    Berdasarkan cara pengolahan data, dibedakan menjadi 2 :
a.    Statistik Deskriptif (perian), mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran objek yang diteliti sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi. Dalam statistika deskriptif ini dikemukakan cara-cara penyajian data dalam bentuk tabel maupun diagram, penentuan rata-rata (mean), modus, median, rentang serta simpangan baku.
b.    Statistika inferensial (induktif), mempunyai tujuan untuk penarikan kesimpulan. Sebelum menarik kesimpulan dilakukan suatu dugaan/data yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif. Data yang diambil meliputi pengujian hipotesis, estimasi, dan pengambilan keputusan.
2.    Berdasarkan bentuk parametriknya, dibedakan menjadi 2:
a.    Statistik parametrik, yaitu analisis yang didasarkan atas asumsi bahwa data memiliki sebaran tertentu (diskrit atau kontinu, normal atau tidak normal) dengan parameter yang belum diketahui. Fungsi metode statistika adalah untuk meramal parameter, melakukan uji parameter, atau semata-mata melakukan eksplorasi berdasarkan informasi yang ada pada data.
Statistik parametrik menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Data kuantitatif, data yang berbentuk angka. Contoh: Jumlah pengendara sepeda motor di kota “G” 1.200 orang; jumlah kepala keluarga yang tergolong miskin di desa “C” adalah 45 kepala keluarga; dan lain sebagainya.
Data kuantitatif dibedakan menjadi 2 yaitu:
*        Data diskrit, data yang dikumpulkan merupakan hasil membilang. Contoh: keluarga pak Joko mempunyai 2 anak perempuan.
*        Data kontinu, data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Contoh: luas lahan perkebunan pak Tono seluas 3 .
b.    Statistik non parametrik, yaitu analisis yang tidak didasarkan atas asumsi distribusi pada data. Umumnya teknik ini digunakan untuk data dengan ukuran kecil sehingga tidak cukup kuat untuk mengasumsikan distribusi tertentu pada data.
Statistik non parametrik menggunakan data yang bersifat kualitatif. Data kualitatif, data yang tidak dalam bentuk angka. Contoh: Kepadatan penduduk di kota “A” padat, sedang atau jarang; keindahan kota “D” baik, sedang, atau buruk; kebersihan MCK di taman kota “H” bersih atau kotor; dan lain sebagainya.
D.   Pentingnya statistik untuk penelitian
Kegunaan statistik dalam penelitian bermacam-macam, yaitu sebagai alat untuk penentuan sampel, pengujian validitas dan reliabilitas instumen, penyajian data dan analisis data. Analisis data lebih difokuskan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang diajukan.
Berawal dari maksud penelitian yang akan digunakan dalam penelitian, maksud penelitian akan menentukan ruang lingkup apa yang akan dipilih oleh peneliti. Selanjutnya dalam ruang lingkup tersebut didapat suatu jumlah populasi yang akan menjadi objek penelitian(sampel). Populasi tersebut tercatat dalam sensus yang akan dijadikan sebagai data statistik, bersamaan dengan sampel yang telah didapat. Lalu data-data statistik tersebut dianalisis untuk menyusun metode analisis penelitian.
E.    Kebutuhan statistik dalam ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota
Kebutuhan statistik khususnya dalam pengaplikasian ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota berada pada analisis dan sintetis. Statistik juga dibutuhkan untuk menganalisis keterkaitan antar aspek fisik-aspek sosial-aspek ekonomi; tren, estimasi dan prediksi; kausalitas; dan studi kasus.

Daftar Pustaka

http://blog.ub.ac.id. 2012. “Data, Populasi, Sampel, Tabel, Dan Grafik Statistika,” dalam Wordpress. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://blognyaprael.wordpress.com. 2012. “diagram lingkaran,” dalam Wordpress. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://butuhbantuan.wordpress.com/2011/02/20/fungsi-statistik-dalam-penelitian/. 2011. “Fungsi Statistik dalam penelitian,” dalam Wordpress. Di unduh Selasa, 12 Maret 2013.

http://editopan.guru-indonesia.net/artikel_detail-21989.html. 2012. “Statistika,” dalam editopan.guru-indonesia.net. Di unduh Selasa, 12 Maret 2013.

http://id.wikipedia.org/wiki/Histogram. Tanpa angka tahun. “Histogram,” dalam Wikipedia. Diunduh 12 Maret 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_(statistika). Tanpa angka tahun. “Paraview Histogram,” dalam Wikipedia. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampel_(statistika). Tanpa angka tahun. “Sampel (statistika),” dalam Wikipedia. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://ilmustatistika.blogspot.com/2010/01/tabel-referensi-dan-tabel-ikhtisar.html. Tanpa angka tahun. “Tabel Referensi dan Tabel Ikhtisar,” dalam Ilmu Statistika. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://rumus-soal.blogspot.com. 2010. “MENYAJIKAN DATA DALAM BENTUK TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI,” dalam Kumpulan Rumus & Soal Matematika, Fisika, & Kimia. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://statistik-fisika.blogspot.com/2010/05/macam-macam-data-statistika.html. Tanpa angka tahun. “Populasi (statistik),” dalam Wikipedia. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.
http://nobiebieta.wordpress.com/2011/09/09/mengurai-data-pengertian-klasifikasi-jenis-dan-macam-pembagian/. 2011. “Mengurai DATA (pengetian, klasifikasi, jenis dan macam, pembagian),” dalam Wordpress. Diunduh Selasa, 12 Maret 2013.


INTERPRETASI CITRA UNTUK KAWASAN PERKOTAAN & PERMUKIMAN

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah populasi penduduk sebesar 238,4 juta jiwa , dimana merupakan negara yang memiliki penduduk terbanyak ke empat di dunia. Dengan penduduk sebanyak itu, masih banyak ketimpangan yang terjadi di sekitar masyarakat. Masih banyak kemiskinan di mana-mana, kekurangan fasilitas kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja masih terjadi di berbagai tempat. Hal tersebut di tambah dengan pertambahan jumlah penduduk dan tingkat perekonominan masyarakat dari tahun ke tahun yang mengakibatkan semakin bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan lahan. Lahan yang dibutuhkan mulai dari lahan peruntukan sebagai pemukiman, perkantoran, fasilitas pendidikan serta kesehatan, bahkan untuk pertanian, peternakan dan sebagainya. Pemanfaatan lahan - lahan  produktif dan lahan kosong sangat dibutuhkan pengembang (developer) dalam mengembangkan permukiman dan berbagai peruntukan lahan lainnya. Hal ini dilakukan karena lahan di tengah kota sudah tidak ada tempat yang ideal dari sisi ekonomi. Untuk itu diperlukan data dasar mengenai luas lahan yang telah berubah peruntukannya menjadi permukiman sehingga didapatkan perencanaan yang berkesinambungan. Data dasar yang digunakan pada penelitian ini berupa data spatial dan data tabular. Data spasial berupa gambar citra berperan penting dalam analisis kawasan perkotaan dan permukiman pada masa sekarang karena melaui citra yang dihasilkan oleh teknologi penginderaan jauh, karena kemajuan teknologi mendukung diperolehnya data yang mempunyai tingkat kedetailan yang tinggi. Peningkatan penggunaannya dikarenakan citra dapat menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi. Bentuk dan letak obyek relative lengkap, dapat meliput daerah luas, dan bersifat permanen. Sehingga citra merupakan alat yang baik sekali untuk pembuatan peta, baik sebagai sumber data maupun sebagai kerangka letak. Citra dapat pula berfungsi sebagai model medan. Berbeda dengan peta yang merupakan model simbolik dan formula matematik yang merupakan model analog, citra (terutama foto udara) merupakan model ikonik karena ujud gambarnya mirip dengan obyek yang sebenarnya. Citra penginderaan jauh (satelit) mempunyai resolusi spasial dan resolusi temporal yang tinggi, sangat tepat digunakan untuk kajian kawasan permukiman yang mengalami perkembangan sangat cepat, dan perkembangan permukiman. Secara penataannya, jenis permukiman sebenarnya dibedakan menjadi 2 yaitu permukiman teratur dan tidak teratur. Pola persebaran permukiman sendiri dari aspek bentuk persebaran kelompok permukiman, dapat dibedakan menjadi pola permukiman memanjang, melingkar, sejajar dan kubus.
Dalam metode penginderaan jauh menurut Roscoe (1960) dalam Sutanto (1992), terdapat 6 tahapan yaitu:
  1. Merumuskan masalah dan tujuan dalam metode penginderaan jauh, dimulai dengan perumusan masalah secara jelas. Masalah dapat berupa sesuatu yang aneh, tidak pada tempatnya atau tidak bisa terjadi, sesuatu yang kurang jelas, sesuatu yang menimbulkan tantangan. Misalnya pemotretan di berbagai wilayah Indonesia saat musim penghujan.
  2. Mengevaluasi kemampuan, dilakukan setelah masalah dan tujuan perumusan masalah secara jelas. Lalu dilakukan penilaian terhadap kemampuan pelaksanaannya yang menyangkut tentang kemampuan pelaksanaan dan tim, alat, perlengkapan, dan waktu.
  3. Pemilihan cara kerja, agar pemilihan cara dilakukan secara baik, maka perlu diketahui tentang perencanaan penggunaan lahan.
  4. Hal-hal yang perlu dilakukanan dalam Tahap Persiapan Metode Penginderaan Jauh yaitu:
a.    Menyiapkan data acuan (data yang bukan berasal dari penginderaan jauh.)
b.    Menyiapkan data penginderaan jauh (data hasil perekaman obyek dengan menggunakan sensor buatan.)
c.    Menyiapkan mosaik foto (serangkaian foto daerah tertentu yang disusun menjadi satu lembar foto.)
d.    Orientasi medan (mencocokkan penggambaran foto dengan wujud yang sebenarnya dengan membawa foto ke medan.)
Langkah-langkah umum yang dilakukan untuk memperoleh data penginderaan jauh agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang adalah :
1.  Deteksi
Pada tahap ini dilakukan kegiatan mendeteksi obyek yang terekam pada foto udara maupun foto satelit
2.  Identifikasi
Mengidentifikai obyek berdasarkan ciri-ciri spektral, spasial dan temporal.
3.  Pengenalan
Pengenalan obyek yang dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan obyek yang tampak pada citra berdasarkan pengetahuan tertentu
4.  Analisis
Analisis bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama
5.  Deduksi
Merupakan kegiatan pemrosesan citra berdasarkan obyek yang terdapat pada citra ke arah yang lebih khusus.
6.  Klasifikasi
Meliputi deskripsi dan pembatasan (deliniasi) dari obyek yang terdapat pada citra
7.  Idealisasi
Penyajian data hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap pakai.
Layout penginderaan jauh untuk hasil akhirnya berupa peta data spasial yang diperoleh. Penyajian layout peta dilakukan untuk memudahkan dalam membaca informasi spasial yang dihasilkan dari tahapan pengolahan data penginderaan jauh.

Daftar Pustaka
KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA SEMARANG. Diunduh pada Senin, 17 April 2013.

LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH INTERPRETASI RUANG
Penggabungan Band, Koreksi Geometrik dan Radiometri, serta Cropping Citra
Untuk memenuhi tugas mata kuliah sumber daya alam dan lingkungan
Dosen Pengampu: Dra. Bitta Pigawati, M T

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013


I.    Latar Belakang
Gambaran penggunaan dan pemanfaatan lahan dalam suatu periode memperlihatkan dinamika perubahan yang terjadi dalam penggunaan dan pemanfaatan lahan. Kurun waktu satu periode juga menunjukkan adanya kemungkinan pembaharuan atau peminjaman kembali rencana tata ruang wilayah pada suatu daerah. Penatagunaan lahan menjadi hal yang sangat penting dalam pemantuan dan pengendalian pengalih fungsi lahan. Pratikum Interpretasi Citra menggunakan aplikasi arcGIS, karena dalam aplikasi ini memiliki keunggulan untuk pembagian kegunaan lahan dalam suatu wilayah. Peta citra yang digunakan dalam pratikum ini, menggunakan satelit ALOS 2009.

II.    Tujuan
1.    Menggabungkan Band dari Citra Satelit sehingga menjadi citra dengan komposit band yang lengkap.
2.    Melakukan koreksi geometri data citra dengan menggunakan program ER Mapper 7.0
3.    Melakukan cropping citra dengan batas wilayah administrasi (studi) sehingga akan dihasilkan citra satelit sesuai dengan batas wilayah studi.
III.   Alat dan Bahan
1.    Komputer atau laptop
2.    Er Mapper 7.0 dan ArcGIS
3.    Batas wilayah administrasi/studi
4.    Citra satelit yang terkoleksi atau dataset hasil klasifikasi
IV.  Kajian Pustaka
Beberapa citra satelit masih terdiri dari data-data/file persaluran/band seperti citra Landsat dan Alos. Penggabungan band dapat dilakukan dengan Er Mapper 7.0, pada praktikum ini digunakan citra landsat TM7.
Pengolahan data citra merupakan suatu cara memanipulasi citra atau mengolah suatu data citra menjadi suatu keluaran (output) yang sesuai dengan yang kita harapkan. Adapun cara pengolahan data citra itu sendiri melalui beberpaa tahapan, sampai menjadi satu keluaran yang diharapkan. Tujuan dari pengolahan citra adalah mempertajam data geografis dalam bentuk digital menjadi suatu tampilan yang lebih berarti bagi pengguna, dapat memberikan informasi kuantitatif suatu obyek serta dapat memecahkan masalah. Data digital disimpan dalam  kecil dua dimensi yang disebut pixel. Masing-masing pixel mewakili suatu wilayah yang ada di permukaan bumi. Struktur ini kadang juga disebut raster, sehingga data citra sering disebut juga data raster. Data raster tersusun oleh baris dan kolom dan setiap pixel pada data raster memiliki nilai digital.
Cakupan pemotretan citra satelit (ALOS) sangat luas sehingga sering kali lebih luas dari wilayah yang akan diteliti atau wilayah yang diteliti terdapat pada perbatasan citra sciene 1 dan scene yang lain. Untuk itu perlu dilakukan penggabungan citra atau sering disebut dengan Mozaik citra. Dalam kasus ini wilayah cakupan citra lebih luas dari pada wilayah studi yang diteliti. Untuk itu perlu pemotongan citra (Cropping) berdasarkan wilayah amatan/studi kasus. Sebelum proses cropping dilakukan, perlu dipersiapkan dulu batas administrasi wilayah studi dengan format *.shp.
V.    Langkah kerja
A.    Langkah-langkah Penggabungan Band
1.    Setelah er mapper dibuka, masukkan data melalui menu file, pilih open.
2.    Setelah muncul kotak open, pilih folder yang telah disiapkan. Pilih ok.
3.    Maka akan muncul peta pada er mapper view.
4.    Selanjutnya, pilih menu view dan klik alogarithm untuk mengatur band dan menggabungkan keenam citra.
5.    Setelah kotak alogarithm muncul, pilih duplicate untuk memperbanyak band.
6.    Setelah memperbanyak band, hal selanjutnya yaitu dengan memberikan nama pada setiap band sesuai dengan angka urutan citra.
7.    Lalu isikan data pada setiap band sesuai dengan citra yang telah disiapkan dengan mengklik load dataset dan memilih citra dari dokumen.
8.    Setelah kotak load dataset terbuka, pilih data citra yang sesuai dan klik appy to this layer only. Lalu klik ok.
9.    Setelah penggabungan band selesai, maka sampailah pada tahap penyimpanan citra dengan memilih menu file, lalu klik save as.
10.  Setelah kotak save as keluar, sesuaikan terlebih dahulu tempat penyimpanan data, setelah itu isikan nama data yang diinginkan pada kotak pengisian Save as dan pilihlah type dataset “ER Mapper Raster Dataset” (*.ers). Setelah semua selesai, klik ok.
11.  Maka akan muncul proses loading penyimpanan.
Setelah citra berhasil tersimpan, maka akan muncul kotak pemberitahuan suksesnya penyimpanan.
12.  Setelah semuanya selesai, maka tutuplah semua data gabungan dan buka kembali data yang telah disimpan untuk mengetahui hasilnya.
B.    Langkah-langkah Koreksi Geometri dan Radiometri
1.    Untuk memulai koreksi geometrik, tentukan terlebih dahulu citra yang akan dikoreksi. Lalu pilih menu Precess dan memilih Geoziding Wizard.
2.    Setelah muncul kotak geoziding wizard, maka akan muncul tahap pertama yaitu Start dimana harus memasukkan data yang akan dikoreksi pada input file dengan mengklik load datafile or alogarithm.
3.    Masukkan data yang akan dikoreksi.
4.    Masuk ke tahap ke dua yaitu polynomial setup, dimana tetap memilih dalam bentuk polynomial order linear.
5.    Pada tahap ke tiga yaitu GCP setup, klik change untuk mengubah Output coordinate sistem.
6.    Maka akan muncul kotak Geoziding Wizard Output Coordinate Space, ubah Datum menjadi WGS84, Projection menjadi SUTM49, dan Coord system type menjadi Eastings/Northings. Lalu klik ok.
7.    Lalu masuklah kepada tahap ke empat, yaitu GCP edit. Untuk memunculkan GCP perlu adanya minimal 4 titik dan tersebar secara merata, gunakan citra/peta yang sudah terkoreksi sebagai peta acuan (base). 4 titik yang telah ditentukan oleh asisten dosen yaitu berada di kota Semarang, oleh karena itu perlu adanya perbesaran pada citra jawatengah yang menjadi dasar. Pilihlah zoom box tool untuk memperbesar citra.
8.    Untuk menentukan titik GCP pada citra, ubah dulu menjadi pointer tool.
Maka pengguna dapat menentukan titik-titik GCP pada citra.
Bila ingin menentukan titik lain setelah titik pertama telah ditentukan, maka dapat memilih Add new GCP. Maka pointer akan terbarui.
9.    Selanjutnya isikan eathings/northings yang telah tercantum pada notepad yang telah diberikan oleh asisten dosen yang diambil sebelumnya lewat Google Earth.
10.  Untuk mengetahui besarnya RMS, maka On kan semua titik.
11.  Selanjutnya masuk ke tahap rectify, dimana pada tahap penyimpanan. Pilih citra yang telah dikoreksi pada file di output file.
12.  Untuk menyimpan data, pilih save file and start rectification.
13.  Setelah itu buka kembali citra yang telah tersimpan.
14.  Untuk melakukan koreksi radiometri, buka data yang telah dikoreksi geometri tersebut. Klik kanan pada citra dan pilih alogarithm. Pilih Edit transform Limits.
Maka akan muncul kotak Transform, di dalamnya akan terlihat histogram berdasarkan warna biru, hijau dan merah. Apabila angka menunjukkan nol berarti tidak perlu adanya koreksi radiometri lebih lanjut.
C.   Langkah-langkah Croping
1.    Buka citra yang telah disiapkan untuk di cropping.
2.    Untuk mempersiapkan batas administrasi sebagai batas cropping maka file vektor (*.shp) di ubah kedalam format raster (*.erv). Langkah untuk melakukan transformasi vektor to raster adalah klik utilities. Pilih import vector and GIS formats. Lalu pilih ESRI Shape file dan lalu import.
3.    Pilih file shp batas administrasi wilayah studi, sehingga akan muncul dialog import shape file untuk mengukur koordinat, proyeksi, warna dan jenis garis batas.
4.    Selanjutnya langkah cropping dapat dilakukan. Buka terlebih dahulu alogarithm dan klik RGB citra yang akan di crop. Pilih edit, add vektor layer dan annotation/map composition.
5.    Maka akan muncul layer annotation, pada layer tersebut dimasukkan data melalui dataset.
6.    Maka akan muncul batas wilayah yang dibuat pada citra.
7.    Buka annotate vektor layer, maka akan muncul kotak tool.
8.    Pilih select/edit point note
9.    Klik batas wilayah pada citra menggunakan select/edit point note.
10.  Pilih Display/edit object.
Maka akan muncul kotak display. Isikan display sesuai yang dikehendaki dan klik apply. Lalu klik close untuk mengakhiri proses.
11.  Klik layer RGB 321, selanjutnya masuk ke alogarithm, klik edit formula.
Maka akan muncul kotak formula editor, klik pada kota R dan isikan rumus “if inregion ('terboyo_kulon')  then i1 else null” lalu klik apply. Lakukan hal yang sama dengan kota G dan B.
12.  Selanjutnya masuk ke tahap penyimpanan, klik save as pada tool.
Maka akan muncul kotak Map composition save as, pilih penyimpanan dalam bentuk raster region.
Kembali ke alogarithm, lakukan hal yang sama dengan layer Green dan Blue dengan diakhiri klik apply change.
13.  Maka citra telah tercrop dengan sempurna. Untuk memperbesar citra, klik kanan pada citra dan pilih zoom box tool.
14.  Langkah selanjutnya yaitu pada tahap penyimpanan, Pilih menu file - save as, tentukan tempat citra akan disimpan dalam bentuk .ers
VI.  Kesimpulan
Praktikum deliniasi menyimpulkan bahwa wilayah Kelurahan Terboyo kulon terbagi menjadi dua jenis penggunaan lahan yaitu lahan yang telah terbangun dan yang belum terbangun. Penggunaan lahannya lebih banyak masih sebagai lahan tidak terbangun yang terdiri dari ruang terbuka hijau. Oleh karena itu masih perlu adanya suatu perencanaan untuk mengembangkan daerah tersebut, namun tetap mempertimbangkan lahan terbuka hijau sebagai daerah resapan air yang penting untuk keberlanjutan daerah tersebut.


Daftar Pustaka
Pigawati, Bitta. 2011. Buku Petunjuk Praktikum Pengolahan Data Citra. Semarang: Biro Penerbit Planologi Undip.